Monday, 11 June 2012 16:53

Inilah Lima Keanehan Penembakan Misterius di Papua

Written by 
Rate this item
(0 votes)
Inilah Lima Keanehan Penembakan Misterius di Papua Foto: lensaindonesia.com

Senin, 11 Juni 2012 , 14:58:00 WIB

RMOL. Penembakan-penembakan misterius masih terjadi di Papua. Setelah menelan korban, turis asing, pelajar, aparat, tadi malam, yang menjadi korban penembakan orang tidak dikenal adalah seorang anggota ojek. Penembakan itu pun memiliki keanehan.

"Kawan-kawan Pemuda Muhammadiyah Papua melaporkan ada lima keanehan di balik aksi kekerasan yang terjadi belakangan ini," ujar Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh P. Dahlay kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 11/6).

Pertama, sewaktu terjadi penembakan, masyarakat tidak ada yang mendengar suara senjata api. "Dugaan sementara menyebutkan bahwa senjata yang dipakai adalah senjata modern yang dilapisi alat peredam, bukan senjata rakitan," jelasnya.

Kedua, aksi ini terjadi di ibukota provinsi, Jayapura. Kalau aksi ini dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak mungkin dilakukan di ibukota provinsi,  dimana terdapat aparat keamanan lengkap dan ditempatkan di hampir setiap sudut kota.

Ketiga, korban aksi ini adalah hampir semuanya warga sipil. Bahkan salah seorang korban, Tri Sarono 44, hanyalah seorang satpam Saga Mall Abe yang merangkap sebagai tukang ojek.  Dia ditembak Minggu malam setelah mengantar penumpang ke kampus lama Universitas Cendrawasih.

"Melihat  kronologisnya, tidak jelas apa motif kekerasan tersebut. Mengapa warga sipil yang menjadi incaran? Apa betul tindakan itu dilakukan OPM?" tanyanya.

Keempat, kejadian penembakan rata-rata terjadi di malam hari, di atas jam 9 malam. Selain itu, penembakan dilakukan di tempat yang terpisah-pisah. "Kelihatan sekali ada semacam skenario yang sistematis di balik kekerasan-kekerasan itu," ungkapnya.

Kelima, aparat keamanan (TNI dan Polri) beserta aparat intelejen seakan-akan tidak
berkutik dalam mengantisipasi kekerasan di Papua. Padahal, mereka memiliki pasukan
dan persenjataan lengkap. "Apakah ada unsur kesengajaan untuk tidak menuntaskan kasus kekerasan ini, atau memang aparat keamanan kita tidak mampu?" tanyanya lagi.

Karena itu, masih kata Saleh, berdasarkan pengamatan anggotanya di Papua seminggu terakhir ini, kasus ini kelihatannya tidak murni gerakan separatisme. Malah cenderung bersifat politis yang dilakukan oleh orang-orang terlatih secara professional. [zul]

Sumber: http://www.rmol.co/read/2012/06/11/66781/Inilah-Lima-Keanehan-Penembakan-Misterius-di-Papua-

Read 1871 times Last modified on Monday, 11 June 2012 16:59
Saleh Daulay

Rumah online Anggota DPR-RI Fraksi PAN. Fight for Justice and Humanity.

Add comment


Security code
Refresh

Kontak

Gedung DPR-RI, Jl. Gatot Subroto, Nusantara I, Lantai 19, Senayan Jakarta.

Email: i[email protected]

DPR Links