Friday, 15 June 2012 16:11

SBY Sudah Tak Nyaman dengan Anas

Written by 
Rate this item
(0 votes)
SBY Sudah Tak Nyaman dengan Anas Foto: koran-jakarta.com

Jum'at, 15 Juni 2012 14:07 wib

JAKARTA - Pengamat Sosial Politik UIN Syarif Hidayatuloh, Saleh P. Daulay mengatakan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sudah merasa tidak nyaman dengan posisi Anas Urbaningrum sebagai ketua umum. Hal ini tersebut lantaran belum adanya keputusan tetap terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi.

"Kelihatannya SBY tidak nyaman lagi Anas memimpin Partai Demokrat, karena proses hukumnya sampai saat ini belum tuntas, apakah Anas salah atau tidak, presiden juga tidak bisa mengintervensi," kata Saleh di DPR, Jakarta, Jumat (15/06/2012).

Saleh menuturkan keputusan SBY untuk mengumpulkan seluruh Ketua DPD, dapat dikatakan merupakan sebuah strategi untuk memberikan legitimasi terhadap Anas.

"Saya melihat ada wacana partai politik yang mengatakan SBY sebenarnya melakukan legitimasi terhadap Anas sebagai ketum. Mungkin karena ada kasus korupsi, misalnya pidato yang disampaikan SBY, dia bilang setiap kader yang terlibat korupsi harus keluar secara bersama sama dari partai," jelasnya.

Banyaknya kasus korupsi yang menyeret beberapa nama kader Demokrat memang mampu menurunkan popularitas partai tersebut. Menanggapi hal tersebut, menurut Saleh, SBY akan segera menuntaskan pembersihan terhadap partainya.

"Pada 2013 parpol akan melakukan pencitraan, kembali kepada rakyat. SBY tidak mau ketinggalan dari momentum itu. Oleh karena itu saya memperkirakan SBY punya target sampai 2012 Partai Demokrat tidak ada lagi kasus kasus yang menjerat mereka," ungkapnya.

Sumber: http://news.okezone.com/read/2012/06/15/339/647881/sby-sudah-tak-nyaman-dengan-anas

Read 1444 times Last modified on Friday, 15 June 2012 16:21
Saleh Daulay

Rumah online Anggota DPR-RI Fraksi PAN. Fight for Justice and Humanity.

Add comment


Security code
Refresh

Kontak

Gedung DPR-RI, Jl. Gatot Subroto, Nusantara I, Lantai 19, Senayan Jakarta.

Email: i[email protected]

DPR Links