Tuesday, 09 October 2012 15:54

Jemput Paksa Novel, Polisi Dicurigai Berupaya Bebaskan Koruptor

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Senin, 08 Oktober 2012 , 00:22:00

JAKARTA - Upaya penjemputan paksa Novel Baswedan diduga memiliki target melepaskan petinggi kepolisian dari tuntutan atas kasus korupsi pengadaan simulator SIM.  Sebab Novel merupakan penyidik KPK yang menangani kasus tersebut.

Kecurigaan ini diungkap Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah, Saleh Daulay. Kata dia, cara ini dianggap paling ampuh untuk membebaskan para perwirata Kepolisian yang diduga terlibat korupsi.

“Targetnya adalah agar petinggi kepolisian tersebut lepas dari penuntutan KPK. Jadi cara-cara yang dilakukan aparat kepolisian ini, patut diduga sebagai tindakan yang bertujuan untuk melemahkan KPK,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah, Saleh Daulay, dalam siaran persnya, Minggu (7/10).

Oleh sebab itu Pemuda Muhammadiyah mengecam keras berbagai bentuk pelemahan yang dilakukan oleh siapapun terhadap KPK. Sebab saat ini kata dia, masyarakat Indonesia tengah berharap banyak agar KPK menuntaskan berbagai pemberantasan korupsi yang begitu menggurita di tanah air, sampai ke akar-akarnya.

“Dalam suasana seperti ini, upaya pelemahan KPK sangat bertentangan dengan suasana kebatinan masyarakat. Siapa pun yang diduga terlibat dalam korupsi, harus diadili sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Tidak terkecuali bila pelaku korupsi itu adalah petinggi kepolisian,”ujar Daulay yang berharap agar Kapolri dapat membuka pintu bagi KPK melakukan investigasi dan penyelidikan di instansi kepolisian.(gir/jpnn)

Sumber: http://m.jpnn.com/news.php?id=142441

Read 2804 times Last modified on Friday, 02 November 2012 22:01
Saleh Daulay

Rumah online Anggota DPR-RI Fraksi PAN. Fight for Justice and Humanity.

Add comment


Security code
Refresh

Kontak

Gedung DPR-RI, Jl. Gatot Subroto, Nusantara I, Lantai 19, Senayan Jakarta.

Email: i[email protected]

DPR Links