Tuesday, 01 January 2013 10:12

Saleh: Partai Besar akan Halangi Capres Alternatif

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Antara - Jumat, 28 Desember 2012

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay memperkirakan partai-partai besar akan berupaya menghalangi munculnya figur alternatif sebagai calon presiden dengan menolak diturunkannya "presidential threshold".

"Partai-partai besar mengkhawatirkan munculnya capres-capres alternatif yang memiliki popularitas cukup tinggi," kata Saleh Partaonan Daulay dihubungi di Jakarta, Jumat.

Bahkan untuk beberapa nama tertentu, kata dia, tingkat popularitasnya melebih calon-calon presiden yang akan diusung partai politik sehingga partai khawatir calonnya akan tersaingi

Menurut dia, jika "presidential threshold" diturunkan maka peluang capres-capres alternatif itu akan semakin besar. Mereka akan dengan mudah dilirik oleh partai-partai kecil untuk diusung menjadi calon presiden.

"Partai-partai kecil juga butuh dukungan popularitas dari capres alternatif tersebut untuk menaikkan perolehan suara pada pemilu legislatif." ujarnya.

Menurut dia, "presidential threshold" yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden sudah moderat.

"Yang perlu dipikirkan adalah bagaimana caranya agar figur-figur di luar parpol bisa diakomodir. Mungkin bisa lewat mekanisme konvensi di masing-masing internal parpol," katanya.

Dengan mekanisme konvensi, kata dia, maka peluang calon dari luar partai politik masih terbuka untuk ikut bersaing dalam pemilihan presiden.

"Perlu kedewasaan partai-partai politik untuk membuka peluang bagi capres non-parpol. Kalau betul demokrasi yang kita bangun adalah untuk kepentingan bangsa dan negara, maka seluruh capres potensial dan diminati rakyat harus diberi peluang," pungkasnya.(rr)

Sumber: www.antaranews.com

Read 1616 times
Saleh Daulay

Rumah online Anggota DPR-RI Fraksi PAN. Fight for Justice and Humanity.

Add comment


Security code
Refresh

Kontak

Gedung DPR-RI, Jl. Gatot Subroto, Nusantara I, Lantai 19, Senayan Jakarta.

Email: i[email protected]

DPR Links