Monday, 04 February 2013 03:46

Masyarakat Tunggu Auman dan Terkaman PKS

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Minggu, 3 Februari 2013, 08:10 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Dalam orasi politiknya saat diangkat menjadi presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jumat (1/2/2013), Anis Matta mengatakan bahwa penangkapan Luthfi Hasan Ishaaq telah membangkitkan macan tidur.

Pada prinsipnya, PKS bukanlah macan yang sedang tidur. Sebab, diyakini sejauh ini kalau PKS juga sangat vokal.

"Kalau yang dimaksud adalah PKS, saya kira PKS tidak sedang tidur. Mereka sering juga teriak isu-isu korupsi. Apalagi, beberapa petinggi PKS belakangan sering menyebut bahwa konspirasi terjadi karena PKS konsisten menyuarakan anti korupsi. Berarti, PKS tidak tidur," kata pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Saleh Daulai kepada INILAH.COM, Minggu (3/2/2013).

Dia melihat, macan tidur yang dimaksud adalah belum maksimalnya partai dalam bekerja. Dia yakin, masyarakat menunggu auman dan terkaman dari PKS. Justru, ketegasan ini yang bisa mengembalikan citra PKS di masyarakat.

"Kalau betul PKS bagai macan yang sedang tidur, tentu masyarakat akan senang jika mereka bangun, mengaum, dan menerkam pihak-pihak yang dianggap merusak tatanan politik negeri ini. Saya kira, semua orang sedang menunggu 'auman' dan 'terkaman' PKS. Mana tahu, di balik itu akan ada perubahan di negeri ini," jelas Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Sebelumnya, dalam pidato politiknya Anis Matta mengatakan kalau kasus yang menimpa Luthfi menjadi hentakan sejarah yang membangunkan macan tidur. PKS melihat ada konspirasi di balik penangkapan Luthfi.

Penangkapan Luthfi oleh KPK karena diduga turut menerima suap dari PT.Indoguna terkait denga kebijakan impor daging sapi. Sebelumnya, KPK menangkap dua Direktur PT.Indoguna yakni Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi. Lantas, KPK juga menangkap Ahmad Fathanah bersama seorang perempuan. Ahmad mengaku, adalah orang dekat Luthfi Hasan Ishaaq.

KPK menyita uang tunai Rp 1 miliar yang disimpan di dalam bungkusan plastik dan sebuah koper. Uang itu diduga hanya uang muka. Sementara total jumlah suap mencapai Rp 40 miliar. [gus]

Sumber: http://m.inilah.com/read/detail/1954013/masyarakat-tunggu-auman-dan-terkaman-pks

Read 1223 times
Saleh Daulay

Rumah online Anggota DPR-RI Fraksi PAN. Fight for Justice and Humanity.

Add comment


Security code
Refresh

Kontak

Gedung DPR-RI, Jl. Gatot Subroto, Nusantara I, Lantai 19, Senayan Jakarta.

Email: i[email protected]

DPR Links