Monday, 21 October 2013 13:58

Dunia Internasional Harus Intervensi 'Rabu Berdarah'

Written by 
Rate this item
(0 votes)

16 Agustus 2013 | 06:43 wib

Jakarta, Krisis kemanusiaan yang semakin parah yang terjadi di Mesir sudah semestinya segera dihentikan. Tragedi "Rabu Berdarah" (14/8) yang menewaskan 525 orang rakyat sipil sudah bisa dijadikan sebagai alasan yang kuat bagi dunia internasional untuk ikut campur. Kebiadaban militer dalam menghadapi demonstran sudah melampaui batas dan cenderung merendahkan dan mengabaikan hak-hak asasi manusia.

"Campur Tangan atau intervensi dunia Internasional harus ada, karena militer Mesir terbukti tidak mendengar himbauan lembaga-lembaga internasional dan tokoh-tokoh dunia yang menyerukan untuk menghentikan kekerasan dan mengedepankan cara-cara damai dan persuasif dalam menyikapi krisis politik yang ada. Demi menyelamatkan nyawa warga sipil yang semakin terancam, dunia internasional dituntut untuk segera melakukan intervensi," kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh P Daulay dalam siaran pers Pemuda Muhammadiyah, pagi ini.
 
Dalam konteks itu, Indonesia yang memiliki hubungan khusus dengan Mesir menurut Saleh harus segera memprakarsai upaya-upaya konkrit dalam mengatasi krisis tersebut. Ungkapan kecaman dan penyesalan yang sudah disampaikan terbukti tidak efektif dalam menghentikan kekerasan. Karena itu, perlu langkah-langkah diplomasi internasional, terutama mendesak agar OKI segera melakukan pertemuan khusus terkait upaya penyelesaian krisis Mesir.

"Negara-negara Islam diminta untuk segera bersatu dalam melihat krisis Mesir. Apa pun kepentingan negara-negara Islam atas Mesir harus dikesampingkan. Keselamatan warga sipil Mesir harus diutamakan. Pada titik inilah, peran Indonesia menjadi strategis. Indonesia diyakini masih lebih didengar dibandingkan negara-negara Islam lainnya. Pemerintah Indonesia bisa mengirimkan beberapa tokoh yang diharapkan dapat meretas pintu damai di Mesir," kata dia.

Selain itu, pemerintah AS diminta untuk segera menghentikan bantuan militer sebesar 1,3 miliar dolar per tahun kepada militer Mesir. Bantuan itu justru dinilai belum dibutuhkan oleh Mesir saat ini. Bahkan, bantuan itu semakin memperkuat sikap-sikap militeristik tentara Mesir pada warga sipil.

"Presiden Obama tidak cukup hanya mengeluarkan statement mengecam. AS diminta mencari solusi terbaik lewat jalur diplomasi internasional," pungkas Saleh.

sumber : suaramerdeka

Read 1088 times Last modified on Saturday, 09 August 2014 09:51
Saleh Daulay

Rumah online Anggota DPR-RI Fraksi PAN. Fight for Justice and Humanity.

Add comment


Security code
Refresh

Kontak

Gedung DPR-RI, Jl. Gatot Subroto, Nusantara I, Lantai 19, Senayan Jakarta.

Email: i[email protected]

DPR Links