Saturday, 07 May 2016 11:27

Klarifikasi Pemberitaan tentang "Anggota DPR Salahkan Yuyun yang Jalan Sendirian"

Written by 
Rate this item
(0 votes)
Ilustrasi: tribunnews.com Ilustrasi: tribunnews.com

Pemberitaan yang menyebut bahwa saya seakan-akan menyalahkan korban pada kasus pemerkosaan YY di salah satu media, dalam hal ini di media online Rimanews, perlu diluruskan dan didudukkan sebagaimana mestinya. Pasalnya, pemberitaan itu sangat merugikan dan memicu banyak komentar tidak baik. Termasuk salah satunya dari koordinator satgas PA yang dimuat di beberapa media. Sayang sekali, sebelum memberikan pernyataan, tidak ada usaha mengkonfirmasi langsung terkait hal itu kepada saya.

Terkait pemberitaan tersebut, perlu disampaikan bahwa berita tersebut secara nyata keluar dari konteks dan semangat seluruh isi berita. Judul berita yang dimuat telah menggiring opini pembaca seakan-akan saya menyalahkan korban. Padahal, sangat terasa di awal paragraf penulis berita belum yakin bahwa saya menyalahkan korban. Buktinya, ada kalimat "terkesan menyalahkan".

"Kata terkesan jelas menunjukkan bahwa itu adalah penafsiran. Apalagi, pada kalimat sebelumnya disebutkan bahwa saya mengecam pemerkosaan dan pembunuhan pada siswi SMP itu. Ditambah lagi, pernyataan saya setelah itu semuanya menyalahkan para pelaku dan menuntut agar mereka dihukum berat".

Terkait dengan satu kalimat dalam berita yang seakan saya menyalahkan korban karena berjalan sendiri, menurut saya juga bagian dari yang perlu diluruskan. Ada konteks yang misleading dalam memahami pernyataan saya. Semestinya, redaktur bisa mengkonfirmasi ulang terkait pernyataan itu sebelum diberitakan. Sebab, satu kalimat tersebut sangat bertentangan dengan hampir semua bagian lain dalam berita itu.

Karena merasa dirugikan, saya telah menegur dan meminta kepada wartawannya untuk memperbaiki. Perbaikan ternyata hanya dilakukan pada bagian judul saja. Sedangkan klarifikasi saya  dimuat pada berita lainnya di media yang sama.

"Walau klarifikasi saya dimuat, namun tetap disayangkan karena dalam berita itu tidak disebutkan sebagai klarifikasi pada berita sebelumnya. Padahal, saya telah meminta agar berita tersebut diluruskan sesuai konteksnya sesuai dengan klarifikasi yang saya sampaikan."

Sebagai perbandingan, pernyataan saya terkait kasus ini banyak dimuat di media-media lainnya. Semua media lain itu, tidak ada satu pun yang memberitakan seperti yang ditulis media tersebut. Bahkan, saya dalam wawancara live di beberapa TV Swasta baik sebelum berita itu dimuat maupun setelahnya jelas menunjukkan sikap dan pandangan saya yang sebenarnya terkait musibah yang sangat menyedihkan itu.

Selain pernyataan, saya juga telah meminta dan berbicara langsung dengan dua orang komisioner KPAI dan sesmen PP dan PA agar peradilan kasus itu didampingi. Permintaan saya disambut dengan jaminan bahwa mereka akan mendampingi dan berusaha agar keadilan ditegakkan.

Perlu diketahui, bahwa jauh sebelum ini saya juga termasuk salah satu elemen yang menginginkan adanya pemberatan hukuman bagi para pelaku tindak kekerasan seksual pada anak. Itu merupakan bagian dari semangat dan upaya bersama dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak".** (Saleh Partaonan Daulay).

Silahkan bandingkan statemen-statemen saya terkait kasus tersebut di beberapa video berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=rb9d2iB-sV0

https://www.youtube.com/watch?v=erNHNPJSGoI

https://www.youtube.com/watch?v=2-FRCFlQYxE (menit ke 12.20)

https://www.youtube.com/watch?v=wLEU6kqx6ps (menit ke 4.16 dan menit ke 8.18)

Pernyataan yang betul adalah seperti yang dimuat di Republika berikut:

 

Read 1358 times Last modified on Saturday, 07 May 2016 12:59
Saleh Daulay

Rumah online Anggota DPR-RI Fraksi PAN. Fight for Justice and Humanity.

Add comment


Security code
Refresh

Kontak

Gedung DPR-RI, Jl. Gatot Subroto, Nusantara I, Lantai 19, Senayan Jakarta.

Email: i[email protected]

DPR Links