Tuesday, 26 June 2012 17:52

Meramal Masa Depan Ilmu Pengetahuan

Written by 
Rate this item
(0 votes)
Meramal Masa Depan Ilmu Pengetahuan Illustrasi: smashingshowcase.com

Book Review: "Physics of the Future" Karya Michiko Kaku

Pesan utama dari buku "Physics of the Future" karya Michiko Kaku adalah mengingatkan kita agar jangan pernah membenci dan menjauhi teknologi. Sebaliknya, kuasai dan rangkullah teknologi karena masa depan kita sangat tergantung dengan teknologi.

Meskipun judul buku itu memakai kata fisika, namun buku ini tidak banyak bicara tentang fisika. Buku ini lebih banyak bicara soal alat-alat canggih yang merupakan out put dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Lebih terperinci, buku ini dibagi dalam 8 bab. Isi ke delapan bab itu membicarakan prediksi terhadap masa depan delapan bidang teknologi yaitu komputer, artificial intelligent, kedokteran, nanotechnology (suatu disiplin ilmu tentang bagaimana memanipulasi materi dalam skala atomik dan molecular), energi, ruang angkasa,  modal, dan kemanusiaan. Pengembangan ke delapan bidang itu dibagi lagi dalam skala waktu yaitu near future (sekarang sampai dengan 2030), midcentury (2030 sampai 2070), dan far future (2070 sampai 2100). Pada bagian akhir, Kaku membuat sebuah prediksi tentang bagaimana manusia akan hidup di tahun 2100 (A day in the life in 2100).

Michiko Kaku adalah seorang ahli fisika quantum dan salah seorang penemu teori string field (String Field theory adalah sebuah teori matematika yang berusaha menjelaskan suatu fenomena tertentu yang saat sekarang ini belum bisa dijelaskan oleh model standar fisika quantum). Dalam menyelesaikan bukunya, Kaku melakukan interview kepada lebih dari 300 orang ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu yang terkait dengan pembahasan yang ada di dalam bukunya. Banyak prediksi saintis yang diungkapkan oleh Kaku.

Dalam bidang pengobatan, misalnya, dia mengatakan bahwa pada saatnya nanti kita akan melihat chemotherapy (pengobatan kanker) dengan mudah karena kita akan dapat melihat dengan jelas virus yang menggerogoti pasien seperti kita melihat serangga. Dalam bidang teknologi informasi, dia memprediksi bahwa kita akan dapat menonton pertandingan bola dari jarak 450 meter. Dalam bidang teknik mesin, dia memprediksi bahwa mesin-mesin kecil (micro-machine) akan menggantikan tugas dokter untuk mengoperasi pasien. Sementara itu, dalam bidang pelesterian makhluk hidup, Kaku menguraikan bahwa beberapa decade ke depan kita akan dapat melihat kebun-kebun binatang akan dipenuhi dengan hewan-hewan langka yang sudah hampir punah.

Prediksi saintis lain yang diuraikan dalam buku ini adalah bagaimana teknologi komputer berkembang cepat. Menurutnya, pada suatu saat nanti komputer akan dapat dihubungkan dengan sistem urat syaraf manusia yang secara drastis dapat menolong orang-orang cacat. Dengan bantuan komputer, orang-orang buta dan tuli akan dapat melihat dan mendengar seperti orang-orang lain yang memiliki alat indera lengkap.

Dari sisi pengembangan teknologi ruang angkasa, Kaku meyakini bahwa beberapa perusahaan space-travel seperti Virgin Galactic dan Blue Origin akan memimpin penjelejahan ruang angkasa. Melalui penjelajahan ruang angkasa, manusia akan mampu menguasai tata surya. Planet Mars akan dikunjungi dan diusahakan agar iklim di sana berubah seperti iklim di bumi.

Nanotechnology, menurut Kaku, pada mulanya akan sangat langka dan mahal. Namun pada akhir abad ini, teknologi ini akan menjadi sesuatu yang biasa dan murah. Hal ini dimungkinkan mengingat teknologi molecular nanti akan disinergikan dengan penggunaan energi berbasis matahari. Melalui teknologi ini, hampir semua dapat diproduksi dengan menggunakan bahan baku yang ada. Sementara bahan baku akan mudah ditemukan karena menyebar di seluruh belahan bumi.

Sementara itu, artificial intelligent akan terus berkembang seperti ukuran transistor yang terus mengecil. Diperkirakan 20 tahun yang akan datang  teknologi ini akan menjangkau apa yang disebut dengan silicon plateau dimana perkembangan teknologi komputer akan menjadi lambat kecuali bila nanotechnology menemukan sebuah jalan baru yang memerlukan teknologi komputer. Pengembangan artificial intelligent bisa membawa dampak negatif. Setidaknya, melalui teknologi ini manusia dapat menciptakan robot-robot yang dapat ditugasi untuk menjadi mesin pembunuh.

Prediksi yang digambarkan oleh Kaku dalam buku ini bukanlah berdasarkan khayalan ilmiah (science fiction). Tetapi, uraian yang diungkapkannya selalu didasarkan pada potret capaian ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. Nah, arah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itulah kemudian yang dijadikan sebagai landasan dalam memprediksi berbagai capaian-capaian ilmu pengetahuan seratus tahun yang akan datang. Itulah bedanya Michiko Kaku dengan para futurolog yang lain. Prediksinya menjadi lebih rasional karena didasarkan pada data dan fakta ilmu pengetahuan saat ini.

Sebagai suatu kumpulan prediksi, karya Michiko Kaku ini perlu mendapat apresiasi. Setidaknya, melalui tulisan ini manusia diharapkan dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi perkembangan teknologi di masa depan. Karena bagaimanapun juga, pengembangan teknologi itu akan selalu membawa implikasi bagi etika dan moralitas manusia. Pada titik-titik tertentu, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan bertabrakan dengan nilai-nilai etika dan moralitas. Apalagi, di antara pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu juga dikhawatirkan ada yang bertentangan dengan norma-norma agama. Perlu ada sinergi antara pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai-nilai etika, moral, dan agama.

Sumber: Kaku, Michiko, Physics of the Future: How Science Will Shape Human Destiny and Our Daily Lives by the Year 2100 (New York: Doubleday, 2011).

Read 12893 times Last modified on Tuesday, 26 June 2012 18:17
Saleh Daulay

Rumah online Anggota DPR-RI Fraksi PAN. Fight for Justice and Humanity.

Add comment


Security code
Refresh

Kontak

Gedung DPR-RI, Jl. Gatot Subroto, Nusantara I, Lantai 19, Senayan Jakarta.

Email: i[email protected]

DPR Links