02
August
Media Indonesia, Kamis 2 Agustus 2012

Bulan Ramadan sering disebut sebagai bulan maghfiroh (ampunan). Pada bulan ini, pintu taubat terbuka lebar. Allah memberikan kesempatan bagi setiap umat Islam untuk meminta ampun terhadap segala dosa yang pernah dilakukan.

Dalam pandangan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh Daulay, manusia adalah makhluk Allah yang tidak pernah lepas dari dosa. Secara umum, ada jenis dosa yang selalu melekat dalam diri manusia. Pertama, dosa yang terjadi akibat kelalaian dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Kedua, dosa yang terjadi berkenaan dengan relasi sosial di antara sesama manusia.

03
July

Para Islamolog kerap kali melihat Islam dari berbagai perspektif yang terpisah-pisah. Sebagian mengatakan bahwa Islam adalah agama karena di dalamnya termanifestasi spirit keagamaan yang luar biasa kuat. Islam juga dinilai sebagai suatu kosmologi karena banyak tema-tema tentang kosmik dibicarakan di dalamnya.

28
June

Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 secara tegas menyatakan bahwa negara Indonesia bertujuan untuk "melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial". Dengan demikian, siapa pun yang berkuasa dan memerintah semestinya tidak perlu lagi merumuskan arah pembangunan bangsa ini. Arahnya sudah sangat jelas yaitu melindungi, memajukan, dan mencerdaskan seluruh anak bangsa dan ikut berpartisipasi aktif dalam percaturan global.

26
June

Book Review: "Physics of the Future" Karya Michiko Kaku

Pesan utama dari buku "Physics of the Future" karya Michiko Kaku adalah mengingatkan kita agar jangan pernah membenci dan menjauhi teknologi. Sebaliknya, kuasai dan rangkullah teknologi karena masa depan kita sangat tergantung dengan teknologi.

21
June

Pengantar

Penggunaan istilah Islam yang Berkemajuan, sebagai ungkapan otentik KH. Ahmad Dahlan, merupakan istilah yang sampai saat ini dijadikan sebagai referensi utama dalam mengayunkan langkah pengembangan gerakan dakwah Muhammadiyah. Bila dilihat dari sisi atribut yang disematkan kepada Islam, maka istilah Islam yang Berkemajuan adalah atribut yang paling tepat digunakan dalam menggambarkan purifikasi (tajrid) ideologi Islam di satu pihak, dan pembaharuan (tajdid) gerakan sosial kemasyarakatan di pihak lain. Ketepatan penggunaan istilah ini terbukti dari sedikitnya perdebatan konseptual yang mengitari penggunaan istilah ini dalam literatur-literatur kemuhammdiyahan. Bandingkan dengan penggunaan atribut lain terhadap Islam, seperti; Islam tradisionalis, Islam modernis, Islam neo-tradisionalis, Islam neo-modernis, Islam radikal, Islam liberal, Islam fundamentalis, dan lain-lain. Penggunaan istilah-istilah tersebut, disamping multiinterpretasi, juga menimbulkan kontroversi karena pada tataran praksis sering sekali atribut-atribut tersebut cenderung berimplikasi negatif terhadap citra Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.

19
June

Bagi orang yang baru pertama berkenalan dengan Islam, sering sekali muncul pertanyaan-pertanyaan awam. Pertanyaan-pertanyaan awam itu misalnya, "Apakah Islam itu sesungguhnya?", "Apakah dia agama, sistem keyakinan, atau dogma?", "Apakah Islam itu sistem politik, sistem ekonomi, atau hanya sekedar filsafat hidup?". Pertanyaan ini kemudian akan mengerucut lagi dengan pertanyaan, "Bagaimana seseorang bisa menempuh jalan Islam?" dan "Apa sesungguhnya yang akan diraih dengan menjadi orang Islam?".

19
June

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar ungkapan-ungkapan yang membuktikan adanya pandangan relativisme moral dalam masyarakat. Contoh-contoh ungkapan itu antara lain, "Apa yang benar menurutmu, belum tentu benar menurutku", "Kamu tidak berhak mengatakan apa yang harus kulakukan", "Meskipun aku punya pendirian lain, namun aku tidak menyalahkan pendirianmu", dan lain-lain. Kadang-kadang, secara tidak sadar pandangan relativis ini juga diajarkan di sekolah-sekolah. Lihatlah, misalnya, ketika guru mengatakan, "Jangan takut memberikan jawaban. Tidak ada jawaban yang benar dan salah. Saya hanya mau mendengar pendapat kalian saja".

Page 3 of 7

Kontak

Gedung DPR-RI, Jl. Gatot Subroto, Nusantara I, Lantai 19, Senayan Jakarta.

Email: i[email protected]

DPR Links