26
May

Beberapa waktu lalu, Gerakan Bhinneka Tunggal Ika menerbitkan buku yang berjudul "Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia." Konon kabarnya, buku ini telah menuai banyak protes dari berbagai kalangan, terutama mereka yang menjadi objek langsung penulisan buku tersebut. Bahkan dikabarkan pula bahwa ada sekelompok orang yang sengaja merazia toko-toko buku untuk memusnahkan buku tersebut (ini perlu diklarifikasi juga sebab sejauh ini saya belum pernah membaca beritanya). Walaupun saya bersetuju terhadap banyak pemikiran yang ditulis dalam buku itu, namun saya melihat ada beberapa hal yang perlu dikomentari, antara lain:

26
May

Berbicara strategi kebudayaan dan peradaban Islam, tesis Samuel P. Huntington tentang the clash of civilization dapat dijadikan langkah awal dalam melihat posisi peradaban Islam di tengah konstalasi peradaban global. Huntington menyebutkan di dunia ini terdapat tiga poros peradaban besar: Barat, Cina, dan Islam. Menurutnya, kontradiksi-kontradiksi antar peradaban tersebut akan menciptakan konflik yang berakar dari benturan peradaban besar yakni hegemoni Barat, intoleransi Islam, dan arogansi China.

26
May

Kata orang bijak, di balik bencana selalu ada hikmah. Bahkan badai tsunami yang melumat sebagian Aceh dan Nias beserta sebagian ekosistem yang ada di dalamnya, yang diduga paling dahsyat sepanjang abad ini, juga mengandung hikmah, menumbuhkan kesadaran kolektif, merasakan senasib sepenanggungan.

26
May

“Putaran zaman itu sungguh menakjubkan, sekali waktu engkau akan mengalami keterpurukan, tetapi pada saat yang lain engkau memperoleh kejayaan"

 (Imam Syafii).

Waktu laksana air yang mengalir ke hilir yang takkan pernah kembali ke hulu. Itulah gambaran betapa pentingnya arti waktu bagi kehidupan manusia. Sayangnya, tidak semua orang memiliki kalkulasi akurat dalam menjalani sisa kehidupan yang dimilikinya. Masing-masing sibuk menghadapi riak dan gelombang kehidupan yang secara alami datang silih berganti menyapa setiap manusia. Riak dan gelombang merupakan dialektika kehidupan yang harus disikapi dengan bijaksana.

26
May

Pendahuluan

 Ambruknya sistem perbankan konvensional pada pertengahan tahun 1997 berdampak negatif terhadap sistem perekonomian nasional. Kondisi tersebut dipicu oleh kebijakan pemerintahan Orde Baru yang memberikan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada beberapa bank yang dinilai kurang sehat serta tidak memenuhi syarat untuk terus melanjutkan operasinya. Bantuan yang diberikan ternyata tidak menyelesaikan masalah, akan tetapi sebaliknya membuat keadaan menjadi lebih buruk dan semakin parah. Kepercayaan nasabah terhadap bank-bank konvensional turun secara drastic, bahkan di antaranya ada yang mengalami rush akibat penarikan uang dalam jumlah besar pada waktu yang bersamaan.

26
May

Pengantar

Suatu waktu, di ruang kelas Filsafat Ilmu, seorang mahasiswa mengajukan pertanyaan yang selama ini selalu mengganggu alam pikirannya. Pertanyaan singkat yang diajukan adalah “apakah ilmu agama Islam dapat disebut sebagai ilmu pengetahuan atau sains”. Dengan sedikit menonjolkan idealismenya, mahasiswa jurusan Aqidah dan Filsafat itu menimpali bahwa jawaban terhadap pertanyaan tersebut sangat dibutuhkannya untuk menentukan apakah ia akan tetap melanjutkan kuliah atau berhenti sampai di situ dan selanjutnya mencari jurusan lain yang dipandang lebih ilmiah.

25
May

Indonesia kembali kehilangan salah seorang putra terbaiknya. Setelah pendekar hukum, Bismar Siregar meninggal (19/4), kali ini adalah pendekar energy, Widjojono Partowidagdo. Kehadiran Widjajono di pentas media nasional relatif masih baru. Namun, hampir semua orang mengakui bahwa kehadirannya tetap membawa pesona tersendiri.

Page 6 of 7

Kontak

Gedung DPR-RI, Jl. Gatot Subroto, Nusantara I, Lantai 19, Senayan Jakarta.

Email: i[email protected]

DPR Links