26
June

Resensi buku: "The Post-American World” Karya Fareed Zakaria

Secara umum, Fareed Zakaria dalam “The Post-American World” membicarakan potret masa depan tata dunia baru yang berubah secara gradual. Dia memprediksikan akan terjadi transformasi yang tak terelakkan berupa bangkitnya kekuatan ekonomi baru di negara-negara lain seperti India, Cina, Rusia, Uni Eropa, Brazil, dan Meksiko. Kekuatan baru itu secara otomatis akan memiliki pengaruh yang cukup besar di pentas global. Fenomena ini menggambarkan sebuah perubahan alamiah yang menimbulkan tantangan tersendiri bagi Amerika.

09
June

Dari sudut pandang sosiologi, kloning terhadap manusia dikhawatirkan akan mengancam pranata sosial yang telah dibangun oleh umat manusia sejak keberadaannya di muka bumi. Andaikata teknologi ini telah “mewabah” di kalangan saintis, tidak dapat dibayangkan berapa banyak makhluk manusia hasil kloning yang akan mengatur seluruh dimensi kehidupan. Belum ada jaminan konkrit dari para ahli kloning yang menyatakan bahwa manusia kloning akan tetap memiliki peradaban sebagaimana manusia normal lainnya. Bisa saja, manusia kloning yang direkayasa untuk menjadi tentara super power tidak memiliki peradaban sama sekali karena mereka diperintah hanya untuk membunuh dan menaklukkan lawan-lawannya. Begitu juga mereka yang diklon untuk menjadi ahli nuklir dan fisika atom. Mereka akan berlomba-lomba memproduksi senjata-senjata pemusnah massal yang selalu siap untuk meluluhlantakkan sendi-sendi peradaban manusia. Bila ini yang terjadi, teknologi kloning secara tidak langsung juga berimbas negatif terhadap pranata sosial dan interaksi sosial yang selama ini diyakini sebagai basis kerukunan dan kedamaian antar sesama manusia.

05
June

Islam merupakan jalan hidup (way of life) yang harus diikuti oleh seluruh umat Islam untuk merealisasikan  seluruh kehendak Tuhan  di muka bumi. Oleh karena itu, segala aktivitas umat Islam harus didasarkan pada prinsip syariat Islam yang asasi (al-‘adillat al-syar’iyat al-asasiyat), yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits. Kedua asas tersebut diyakini akan tetap mampu menjawab segala tantangan zaman hingga hari kiamat. Berkenaan dengan itu, terdapat sebuah tautologi ushul fiqh populer yang berbunyi الإسلام صالح لكل زمان ومكان   (Islam senantiasa cocok di setiap waktu dan tempat)[1]. Tautologi ini merupakan jaminan bahwa seluruh persoalan yang dihadapi umat manusia dapat dicarikan solusinya dalam kedua sumber hukum Islam tersebut.

30
May

Relasi sains dan agama telah menjadi topik yang cukup hangat di kalangan ilmuwan sejak beberapa abad yang lalu. Pada mulanya, relasi sains dan agama merupakan pembicaraan yang cukup kontroversial di dunia Barat. Akan tetapi, kemajuan sains dan teknologi di dunia Barat telah memberikan dampak yang cukup besar bagi masyarakat muslim. Akibatnya, kontroversi antara sains dan agama juga menjadi salah satu isu yang banyak dibicarakan di kalangan sarjana muslim.

29
May

The issues of eschatology and the afterlife have always generated a great deal of speculation. People speculate on when it will happen, how it is going to be done, how it is going to affect them, and if such things really will occur or not. This issue is a very important dimension in all religions, especially Islam. According to Islam, human life has no meaning without resurrection. How can there be purpose if people are born, live, and die and are not judged for their deeds? How can there be justice if everybody is treated in the same way? In line with this, the Qur’an[1] affirms:

Kontak

Gedung DPR-RI, Jl. Gatot Subroto, Nusantara I, Lantai 19, Senayan Jakarta.

Email: i[email protected]

DPR Links